Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Wednesday, March 21, 2012

Daihatsu Terios TX 2008, Keluarga Tetap yang Utama


Menjadi juara di ajang kontes car audio skala nasional, memang tak pernah terbayangkan sama sekali oleh Dany Soesanto. Meski Daihatsu Terios miliknya berhasil melenggang sebagai pemenang di ajang kompetisi EMMA (European Mobile Media Association) Indonesia Final 2011, (28/1) lalu, namun kepentingan keluarga tetap yang utama.

Sejak awal membangun audio Terios TX versi Anniversary 100 tahun Daihatsu ini, Dany memang sudah berniat untuk mempersembahkannya kepada istri dan keluarga tercinta. Dengan mempersiapkan secara matang setting-an berikut instalasi kepada Jhonny, instalatur Mega Audio di Green Garden, Kedoya, Jakbar.

Setting-an yang menganut sistem speaker 3-way ini sepenuhnya dibikin dengan konsep sound quality (SQ), dengan pertimbangan lebih mumpuni untuk menciptakan kualitas suara yang optimal.

 Dimensi boks pada pilar A serta panel door trim tidak dibikin berlebihan, Untuk memudahkan, remote control ditopang panel model fixed dekat hand brake
Sebab mobil ini lebih banyak dipakai oleh istrinya Dany, selain kerap digunakan untuk acara weekend bersama anak-anaknya. Di samping itu, keluarga Dany sangat menyukai jenis musik bergenre pop, jazz maupun slow R&B. Tak pelak jika setting-an SQ menjadi menu pilihan utama buat membahagiakan keluarga.

Suara yang tertangkap telinga dari tweeter, midrange, midbass dan subwoofer Scanspeak yang terpasang di kabin, memang terdengar istimewa terutama di level vokalnya.

Suara vokal sebagai unsur utama dapat terdengar harmonis dengan iringan midbass yang terkesan lebih lepas. Artinya, suara yang tercipta tidak terdengar terlalu 'kering', seperti setting-an yang terlalu banyak di-tuning melalui proses digital dengan bantuan prosesor.

Meski sistem audio yang dianut pada Terios ini juga andalkan prosesor Alpine PXA-H701, namun Jhonny mengakalinya agar reproduksi suara di semua level tak terdapat jeda terlampau jauh. "Antara suara high, mid, midrange hingga low, frekuensinya di-cutting tak terlampau jauh. Sehingga dapat terdengar lebih natural."

Kualitas efek suara panggung juga dimaksimalkan dengan kayu Sunmook, yang diletakkan di kaca depan dekan dasbor. Fungsi komponen ini untuk membuat semua suara yang tercipta di atas dasbor, dapat terdengar lebih fokus dan lebih diam.

Pantas jika hasil setting-an dan treatment tadi diberi poin tertinggi dengan total nilai 439, dan berhak menyabet gelar Champion di kelas Master 60 juta.

Kosmetik Bercerita


Ruang bagasi dipermanis dengan kosmetik unik, dengan desain yang menceritakan tentang filosofi petualangan bahari. Dany terinspirasi dari pecahan uang kertas Rp 100 yang beredar beberapa tahun lalu, yang terdapat gambar kapal layar Phinisi Nusantara dan Gunung Krakatau.

Dipilih filosofi petualangan bahari lantaran Dany sangat mengagumi semangat nenek moyang bangsa Indonesia, yang terkenal sebagai sosok pelaut sejati. Cerita petualangan kapal layar Phinisi Nusantara yang mengarungi samudera Pasifik selama 67 hari, untuk menghadiri pameran bahari di Vancouver, Kanada pada 1986 silam, diilustrasikan dengan membuat boks subwoofer di tengah sebagai simbol gunung Krakatau.

Lukisan 3D pada sisi kiri boks menggambarkan perjalanan kapal layar Phinisi Nusantara mengarungi samudera. Gambar 3D burung elang di atas batu karang di sisi kanan boks, mengilustrasikan pemandangan di sekitar Selat Sunda yang dilalui kapal layar ini. Sedangkan dinding pembatas kedua lukisan 3D dengan boks subwoofer, sebagai perlambang pulau Jawa dan Sumatra.
(mobil.otomotifnet.com)


View the original article here

Komparasi SUV Keluarga, Siapa Unggul?


Seratus dua puluh tahun sudah teknologi mesin diesel mewarnai kehidupan kita. Tepat 23 Februari 1892, Rudolf Diesel memperoleh patent untuk ciptaannya. Kemajuan teknologi pada mesin ini pun berkembang pesat. Utamanya, tampak pada mobil-mobil SUV masa kini.

Sembari mengenang jasa mister Rudolf, OTOMOTIF mengumpulkan empat mobil SUV bermesin diesel untuk rendezvous (baca: kumpul-kumpul) ke habitat aslinya.

Sudah barang tentu bukan di Ibukota. Keempat mobil jangkung ini kami ajak meluncur menuju rute berliku menuju Kawah Kereta Api atau Kawah Manuk di sekitar PLTU Kamojang, sisi selatan Bandung, Jawa Barat.

Perjalanan menyusuri tol dan keluar pintu Buah Batu menuju Majalaya yang bergelombang jelas makanan empuk buat ban besar SUV. Trek menanjak menuju kawah pun cukup curam dan cocok buat mengekstrak daya dan torsi raksasa dari mesin dieselnya.

Sedikit kemampuan off-road terpapar gamblang saat kemudi diarahkan ke perkebunan teh Lembang, Bandung. Cocok buat menghabiskan dinginnya sore setelah hujan. Bagaimana hasil pertemuan keempat SUV diesel ini? Yuk, gas pol di halaman berikut!


Performa
Dari keempat SUV diesel ini, ada dua kontestan yang cukup mencolok, yaitu Mitsubishi Pajero Sport Dakar dan New Chevrolet Captiva, sementara yang lainnya, tampil dengan spesifikasi yang tak berbeda di sektor mesinnya. Dari semua itu, ada 3 pengguna VGT (Variable Geometry Turbo), sementara Toyota Fortuner belum mengaplikasi di mesin D-4D-nya.

Penggunaan VGT pada Pajero Sport Dakar, seolah menjadi senjata baru untuk melawan New Captiva yang dulu sempat tak terkejar. Namun ternyata mesin baru New Captiva yang masih berkapasitas sama dengan pendahulunya (2.000 cc) kali ini belum mengungguli performa Pajero Sport. Meski soal handling New Captiva paling unggul di antara semuanya.

Kenyamanan
Bermodal ban besar dan tebal, semua SUV diesel rata-rata punya kenyamanan prima. Ayunan suspensi paling lembut dirasakan pada Everest. Buat melibas jalan bergelombang sepanjang tol Cipularang atau melintas ruas luar kota menuju Majalaya sampai jalan rusak dan berbatu menuju PLTU Kamojang pun mampu diredam dengan baik.

Pajero Sport Dakar dengan handling lebih prima ternyata mampu memadukan dengan kenyamanan bantingan. Meski pelek lebih besar, ban yang dipakai juga lebih tebal, mampu meredam permukaan jalan dengan baik.

Sedangkan Grand New Fortuner punya karakter lembut ketika pelan, namun rada limbung di kecepatan tinggi. Membuat goyangan bodi lebih besar. Sedangkan Captiva dengan handling yang mantap punya karakter suspensi lebih keras dari yang lain.

Fitur
Ingin berkendara santai atau merasakan sensasi transmisi otomatis 5 percepatan dengan sentuhan jari tangan? Semua bisa didapat dari fitur transmisi Mitsubishi Pajero Sport Dakar yang sudah aplikasi paddle shift di belakang setir.

Sementara MID menyediakan informasi seputar mesin tersedia di Pajero Sport Dakar, New Captiva dan Grand New Fortuner. Namun Pajero Sport Dakar yang menyediakan washer pada lampu depan dan sunroof.

Sementara head unit monitor ada di Grand New Fortuner dan Everest. Namun semua bisa memainkan koleksi MP3 favorit.

Konsumsi Bahan Bakar
Konsumsi bahan bakar untuk dalam kota di antara semua SUV diesel ini relatif tak terpaut jauh. Meski terlihat paling sedikit meminum solar adalah Pajero Sport Dakar, sementara yang lainnya tak terpaut jauh dengan yang lainnya di kisaran 9-10 km/liter. Sementara di rute luar kota pun demikian, New Captiva bisa meraih 12 km/liter, sementara yang lainnya berada dikisaran 10-11 km/liter. Namun, ketika menggunakan parameter sama, yaitu kecepatan konstan 100 km/jam, tampak Everest menonjol dengan 15,3 km/liter, sementara yang lainnya berada di kisaran 13-14 km/liter. Sedangkan Fortuner pada 12 km/liter. Tampak VGT cukup signifikan menghemat bahan bakar selain meningkatkan performa.

Akomodasi
Ukuran bagasi rupanya cukup bervariasi. Dengan jok belakang terpasang, Pajero Sport Dakar sedikit lebih lega urusan panjang dan lebar ruang. Pun demikian ketika dilipat. Soalnya Everest terhalang jok yang melipat ke depan, bukan rata lantai.Hanya saja Everest punya plafon lebih tinggi dari semuanya.

Bagasi Grand New Fortuner memang paling lebar, namun terhalang jok yang dilipat ke atas. Sedangkan New Captiva mempunyai bagasi tergolong imut. Meski kursi dilipat rata lantai pun tak selega yang lain.

Tempat penyimpanan barang, ruang kepala dan kaki, rata-rata sama. Sayangnya, khusus penumpang belakang, bisa berbeda pengalamannya. Everest menawarkan leg room paling lega, diikuti Pajero Sport Dakar, Grand New Fortuner dan New Captiva terakhir.

Style
Desain eksterior punya peran sangat penting untuk mengubah imej lama. Ubahan cukup signifikan terjadi pada wajah lawas New Captiva dan Grand New Fortuner.

Wajah lama Captiva diesel yang dimodali model gril sempit di ujung bonnet, kini desainnya berubah dengan penampilan baru yang terkesan lebih gagah. Desain gril dibikin lebih lebar di antara head lamp dan menyatu pada bemper depan.

Sementara New Fortuner versi TRD Sportivo, tampilannya lebih mewah dengan atribut body kit yang merupakan aksesori genuine Toyota itu. Kesan elegan ditunjukkan dari detail eksterior seperti lampu belakang yang menganut model 3D, garnish belakang dengan tulisan Fortuner model timbul serta bemper belakang yang ditambahkan reflektor.

Untuk eksterior Pajero Sport Dakar memang tak banyak berubah, hanya ditambahkan sunroof sebagai pembeda dari versi Exceed. Sedangkan Everest hanya dipermanis dengan gril model krom, agar tampilannya terkesan lebih fresh dari versi terdahulu.

Harga
Persaingan harga di kelas SUV diesel kali ini dimenangkan oleh New Captiva 2.0L A/T Diesel FL-FWD MY11, dengan banderol OTR (On The Road) paling terjangkau di antara ketiga rivalnya, yaitu Rp 361 juta. Posisi kedua diisi Everest 2.5L TDCI 4x2 A/T XLT Ltd, dengan harga OTR Rp 368 juta, diikuti Grand New Fortuner G 2.5 A/T TRD Sportivo Diesel di peringkat tiga seharga OTR Rp 411,9 juta.

Sedangkan Pajero Sport Dakar 2WD Diesel 2.5L A/T, dilabeli paling tinggi di antara tiga rival lainnya, yaitu OTR Rp 439 juta. Itu sebabnya varian andalan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), diposisikan di peringkat paling buncit untuk urusan value for money.

Menilik banderol New Captiva, dapat dijadikan acuan oleh calon pembeli SUV diesel yang selain mementingkan fitur juga mengutamakan harga beli yang lebih terjangkau. Meski begitu, dealer resmi Ford juga memberi iming-iming diskon terbilang fantastis, sekitar Rp 35 juta untuk varian Everest dengan tahun produksi 2011. Agaknya posisi New Captiva akan terus dibayangi Everest, sebagai rival terkuat untuk urusan harga baru di mata konsumen SUV diesel Tanah Air.•

Kesimpulan
Kemajuan teknologi, terutama pada dapur pacu diesel bisa dirasakan sempurna pada semua SUV ini. Diesel yang dulu dikenal loyo, kini berlimpah tenaga dan torsi. Apalagi rata-rata sudah menggunakan turbo dengan fitur variable geometry, kecuali Grand New Fortuner.

Untuk itu, Pajero Sport Dakar menunjukkan giginya pada urusan performa. Namun keiritan bahan bakar rupanya ditampilkan Everest. SUV ini sekaligus memberikan kelegaan kabin dan kenyamanan karena memang dimensinya paling besar dan bantingan suspensi empuk. Sedangkan tampilan segar ditawarkan New Captiva dan Grand New Fortuner. Nah, tinggal menakar banderolnya yang terpaut cukup jauh, karena New Captiva dan Everest cukup menggiurkan dengan harga relatif ‘miring’.
(mobil.otomotifnet.com)


View the original article here