Wednesday, March 21, 2012

Modif Proton Satria Neo Reli, Siap Tantang Jazz dan Swift!


Tidak bisa dipungkiri, mobil-mobil yang dipakai untuk berlaga di ajang internasional pasti menarik bagi seseorang. Seperti sosok Proton Satria Neo yang kerap berlaga di ajang reli Asia Pasifik dan Interkontinental mampu membuat Andry Tan berpikir keras untuk memilikinya.

Tak bisa memiliki mobil Proton Satria Neo S2000 seperti milik pereli tak menyurutkan Andry untuk membangun Proton Neo asli keluaran 2010. Perlu diakui, inilah Proton Satria Neo pertama di Indonesia yang dipakai reli. Siap bertarung di kelas GR2 melawan Suzuki Swift dan All New Honda Jazz.

Beruntung Andry kenal dengan Rizal Sungkar, yang juga pereli. "Semua preparasi mobil diserahkan ke Rizal yang memiliki koneksi untuk pemesanan barang di negara tetangga," seru Andry. Untuk suspensi, adik kandung Rifat ini memilih Drummond keluaran Australia.
Sokbreker ini dipercaya mampu meredam goncangan dan cukup kuat untuk menopang bobot Proton Satria Neo ketika mendarat setelah jumping. Semua bushing pada kaki-kaki juga tak ada lagi yang menggunakan bahan karet. Alasannya kalau menggunakan karet, akan lebih cepat rusak.

Sistem rem masih menggunakan standar mobil, hanya beberapa komponen penting yang diganti. Seperti slang rem dipakai braided supaya tidak mudah putus ketika panas. Selain itu, kampas rem pakai keluaran Carbonelorraine produksi Inggris. Penggunaan kampas rem ini membuat Andry berani ngerem lebih dekat dengan tikungan.

Sementara itu, mesin tak banyak ubahan. Mendukung performa, Rizal memesan camshaft khusus ke Australia, dengan ukuran 2720. Selain camshaft, produk custom bengkel RFT yakni per klep. Alasannya, part tersebut tidak terdapat dipasaran.
Pekerjaan yang tak mungkin dilupakan dan cukup penting yakni, pengolahan kembali kepala silinder. ‘Kulit jeruk' yang dapat menghambat aliran udara dihilangkan. Rasanya percuma tenaga sebesar 170 dk di putaran mesin 6.800 rpm kalau tak cepat sampai ke pelek Speed Line tipe Corse ukuran 15x6,5 inci yang berbalur Yokohama A035. Supaya tak membuang tenaga dan waktu, girboks ganti tipe close ratio, masih ditambah dengan short shift produksi RFT.

Uji coba mobil ini sepenuhnya akan berlangsung di event resmi yang kemungkinan besar akan digelar pada pertengahan Maret 2011.

Beda Dimensi

Dilihat secara dimensi, tentu mobil Proton Satria Neo milik Andry Tan akan jauh berbeda dibanding kit car Proton Satria Neo yang dibesut oleh Alister McRae atau Chris Atkinson di ajang reli asia pasifik. Paling terlihat dari dimensi bodi depan. Mobil reli asia pasifik jauh lebih lebar dibanding mobil milik Andry. Demikian juga dengan bagian belakang serta lebar traksi roda.

Hal ini sangat dimungkinkan karena berbeda pembuatnya. Proton milik Andry, benar-benar dibuat oleh pabrikan Proton di Malaysia dan kembali dipreparasi oleh bengkel RFT. Sedang besutan Alister McRae dan Chris dibuat di Inggris, oleh Chris Mellors yang sudah terkenal membuat kit car tipe S2000.

Secara kekuatan mesin dan girboks juga jelas jauh berbeda. Tak mungkin mesin standar dipasangkan di mobil reli asia pasifik. Demikian juga dengan girboks. Meski sama-sama close ratio, namun memiliki perbedaan dimensi, berat dan bahan.

Namun, mobil Proton seperti milik Andry ini tetap berlaga di ajang reli. Tengok pacuan milik tim Cusco yang diperkenalkan awal Januari lalu di sebuah acara di Tokyo. Dimensinya tak jauh beda dengan milik Andry Tan. (otosport.co.id)


View the original article here

No comments:

Post a Comment